Senin, Februari 23, 2009

Syukur nikmat

Terkadang dalam mensyukuri nikmat yang disyukuri itu hanyalah masalah materi dan materi saja, seperti bersyukur masuk sekolah ternama, bersyukur lulus sarjana, bersyukur mendapat rumah baru, bersyukur mendapat pekerjaan baru, bersyukur mendapat mobil baru, ato bersyukur mendapat jabatan baru, Tapi pernahkah kita bersyukur pada diri kita sendiri yang telah diciptakan oleh Allah yang Maha Pencipta dengan bentuk yang sangat sempurna.

Memang nikmat Tuhan akan berasa apabila sesuatu nikmat tersebut telah diambil olehNya, kita bisa lihat contoh sebagai berikut :

1. Mata.
Dengan Mata, kita mendapatkan nikmat yang luar biasa, kita dapat melihat ciptaan-ciptaanNya yang Indah, kita bisa membaca, kita bisa menggambar, kita bisa berchating ria di internet, kita bisa buat program, kita bisa bermain, kita bisa berkarya lebih, dan masih banyak lagi kenikmatan lain yang dirasakan. Tapi apakah kita bersyukur dengan nikmat ini?

2. Telinga
Dengan Telinga, kita dapat mendengar percakapan orang-orang, kita dapat mendengar merdunya suara burung, merdunya suara penyanyi, kita dapat berinteraksi dengan mudah. Tapi apakah kita bersyukut dengan nikmat ini?

3. Hidung
Dengan Hidung, kita dapat mencium wewangian parfum, mencium wangi bunga yang sedang mekar, mencium sedapnya makanan yang kita buat. Namun apakah kita bersyukur dengan nikmat ini?

4. Mulut
Dengan Mulut, kita dapat menikmat sedapnya makanan yang kita makan, kita dapat merasakan manisnya gula, pahitnya kopi dan asinnya garam. Namun apakah kita bersyukur dengan nikmat ini?

5. Tangan
Dengan Tangan, kita dapat meraih sesuatu barang yang ingin kita gunakan, kita dapat membuat sesuatu barang biasa menjadi barang yang berguna. Namun apakah kita bersyukur dengan nikmat ini?

6. Kaki
Dengan Kaki, kita dapat berjalan, berlari, melompat, berpindah ke suatu tempat dengan mudah. Namun apakah kita bersyukur dengan nikmat ini?

7. Kulit
Dengan Kulit, kita dapat merasakan panas, dingin, sejuk, menghindari kita dari kedinginan, menghindari daging kita dari iritasi. Namun apakah kita bersyukur dengan nikmat ini?

8. Jantung
Dengan Jantung, maka darah kita akan terpompa dengan tekanan yang tinggi sehingga mencapai ke seluruh bagian. Namun apakah kita bersyukur dengan nikmat ini?

9. Hati
Dengan Hati, darah kita akan terfilter olehnya hingga dapat menyaring dan membuang racun, menyimpan berbagai bentuk glukosa, vitamin B12 dan zat besi, penyedia tenaga dan protein dan merubah ammonia menjadi urea. Namun apakah kita bersyukur dengan nikmat ini?

10. Darah
Dengan Darah, sari-sari makanan akan diedarkan oleh darah sebagai alat pengangkut ke seluruh tubuh, mengedarkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh, mengangkut karbondioksida ke paru-paru dan mengedarkan hormone. Namun apakah kita bersyukur dengan nikmat ini?

11. Ginjal
Dengan Ginjal, maka sampah metabolism dan racun tubuh akan dibuang dalama bentuk urin/air seni yang kemudian dikeluarkan dari tubuh. Namun apakah kita bersyukur dengan nikmat ini?

12. Dan masih banyak syukur nikmat yang lainnya.

Dan terkadang ada sebagian manusia, mereka bukan mensyukuri nikmat tsb tetapi malah merusaknya dengan memberikan racun kepada ciptaan yang sangat sempurna tersebut.

Selasa, Oktober 07, 2008

Ramadhan telah berlalu

Bismillah,

Bulan Romadhon, bulan yang penuh berkah sudah berlalu. Apa hasil yang dapat dipetik dari bulan Romadhon tersebut ?
1. Menahan lapar dan dahaga-kah?
2. Mendapat pakaian baru-kah?
3. Bertemu dengan sanak saudara atau family di kampung-kah?
4. Berat badan menjadi turun-kah?
5. Mendapatkan malam Lailatul Qodar-kah?
6. Mendapatkan pahala yang banyak-kah?
7. Menjadi bertakwa-kah?
8. Atau apa?

Kalau menurutku, hasil kegiatan positif yang dilakukan pada bulan Romadhon kemarin, belumlah bisa dilihat hasilnya, kecuali untuk yang poin 1,2,3,4 yang hanya bersifat duniawi.
sedangkan poin 5,6,7? Hanya Allahlah yang tahu.

Nah, khusus untuk poin ke 7, Menjadi bertakwa-kah aku pada bulan Romadhon kemarin? Hasilnya dapat terlihat setelah kita menuju pada bulan Romadhon tahun depan. Apakah ada perubahan ketakwaan dari awal bulan Romadhon kemarin hingga awal bulan Romadhon tahun depan?. Karena ketakwaan itu bukan hanya untuk bulan Romadhon saja, bulan Romadhon itu hanya memacu ketakwaan kita dengan "di-berikan bonus pahala" yang Maha Besar oleh Allah SWT. Setelah berakhirnya Romadhon, ketakwaanpun harus terus ditingkatkan hingga tiba bulan Romadhon berikutnya.

Jadi terkait pula dengan poin ke 5, apabila ketakwaan kita terus meningkat tiap tahun dari bulan Romadhon ke bulan Romadhon berikutnya maka Malam Lailatul Qodar-pun akan mudah diperoleh pada hamba2nya yang terus meningkatkan ketakwaannya.

Dan otomatis hamba-hamba Allah yang bertakwa ini dalam mencari malam Lailatul Qodarpun bukan hanya sekedar mendapatkan pahala yang maha Besar tersebut, tetapi mereka telah meningkatkan pencarian hidupnya di dunia menjadi hamba yang ikhlas bertakwa kepada-Nya dengan sebenar-benarnya (sesuai dengan perintahnya yang tertulis di dalam Kitab-Nya yaitu :
QS Ali Imran 2:102 : Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. )
bukan menjadi hamba yang hanya mengejar pahala-Nya saja.

Dalam Al Quran, dijanjikan perumpaan syurga untuk orang bertakwa :
QS Ar Ra'd 13:35 Perumpamaan syurga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka.

Dan manusia yang paling mulia di sisi Allah adalah manusia yang paling bertakwa
QS Al Hujuraat 49:13: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Wasalam

Kamis, September 11, 2008

Kunci berkah di bulan Romadhon

Bismillah.

Bulan Ramadhon bulan yang berkah, keberkahannya bisa dinikmati oleh semua umat manusia yang bertakwa.

Tapi bagaimana berkah itu bisa kita dapatkan? Apakah semudah membalikkan telapak tangan?

Keberkahan di bulan Romadhon tidaklah semudah membalikkan telapak tangan namun untuk mendapatkannya kita harus mempunyai ketakwaan yang lebih dibandingkan bulan yang lain, Seperti :

1. Perilaku Sholat yang biasanya dilakukan sendiri dirubah dengan Sholat wajib berjamaah di mesjid, mushola maupun di rumah dari mulai sholat Subuh, Dzuhur, Ashar, Magrib, Isya. Semua dilakukan dengan berjamaah.
2. Perilaku membaca kitab suci Alquran yang sebelumnya hanya beberapa saat dirubah menjadi Setiap saat, dilakukan sesudah maupun sebelum sholat wajib baik per ayat maupun per juz. Baik hanya membaca ayatnya saja maupun membaca, mengartikan dan memahaminya.
3. Perilaku yang biasa-biasa saja dirubah menjadi berperilaku lebih sopan, santun, menahan amarah, bijak, adil terhadap sesama maupun mahluk hidup disekitarnya
4. Perilaku beramal seperlunya dirubah menjadi sering bersodaqoh dan beramal kepada sesama maupun pada instansi sosial seperti panti jompo, panti asuhan, dll
5. Perilaku berzikir setelah sholat dirubah menjadi berzikir setiap saat, dan menjadi lebih fokus dan memahami setiap zikir yang diucapkan.
6. Perilaku bekerja yang hanya seperlunya dirubah menjadi bekerja lebih giat dan bersemangan walaupun puasa tetap dijalani.
7. Perilaku tidak pernah sholat sunnah dirubah menjadi lebih sering dan diperbanyak sholat sunahnya.
8. Perilaku membaca doa yang hanya sekedarnya dirubah menjadi lebih sering berdoa meminta pertolongan dan bantuannya kepada Allah SWT karena di bulan ini doa orang berpuasa lebih mudah dikabulkan.
9. Perilaku-perilaku positif lainnya pun lebih ditingkatkan.

Apabila kita melakukan perubahan sedikitnya 8 perilaku diatas saja, Insya Allah kita akan dimasukkan kedalam golongan orang-orang bertaqwa, yang merupakan salah satu kunci untuk mendapatkan keberkahannya di bulan Romadhon yang suci. Salah satunya malam lailatul Qadar

Wasalam.