Bismillah.
Dulu waktu kecil, kita selalu diberi gambaran bahwa Indonesia adalah negara yang aman , makmur dan sejahtera. Kita diberi gambaran bahwa tanah kita adalah tanah yang hijau dan subur. Kita diberi gambaran bahwa masyarakat kita adalah masyarakat yang selalu gotong royong dan teposeliro;
Namun.....
Apa yang terjadi sekarang?? Kok semuanya menjadi berubah?
1. Coba lihat sekarang kita menjadi negara yang gak aman, contohnya : banyak pemboman gak jelas, teroris gak jelas, pencuri dimana-mana, maling semakin sadis, dll , jadi dimana amannya negara Indonesia ini?
2. Makmurkah kita? Padi, emas, minyak bumi, timah dan kekayaan alam lainnya, apakah kekayaan itu bisa kita nikmati? Bisa dinikmati tetapi hanya manusia-manusia rakus saja yang menikmati. Kemana semua kekayaan Indonesia ini, kenapa bangsa yang makmur ini, rakyatnya tidak bisa menikmati?? Coba lihat kelaparan hampir di semua propinsi hadir? Mana Ke makmuran yang dibangga-banggakan?
3. Sejahtera? Yah anda bisa pikirin sendiri deh. capek lihat utang dimana-mana :(
Nah, trus gimana dong? Apa solusinya?
Coba perhatikan ayat dibawah ini :
QS Alquran : Maryam(19) ayat 96
Bahwa : Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.
So, Jadilah orang yang beriman dan beramal saleh.
Karena merekalah oleh Allah yang Maha Pemurah yang diberikan hati mereka dengan rasa kasih sayang.
Dengan rasa kasih sayang, semua permasalahan diatas pasti akan segera hilang dengan sendiri, Rasa egois tidak akan timbul pada dirinya, karena mereka tidak memikirkan dirinya sendiri, mereka memikirkan permasalahan orang lain yang terjadi di sekelilingnya, dan membantu sekuat kemampuannya.
Jadi mumpung mau diadakan pemilu nih, pikirkan deh masak-masak pemimpin yang akan Anda pilih, jangan cari pemimpin yang serakah, egois, dan hanya memikirkan partainya saja, tapi carilah pemimpin yang mempunyai sifat kasih sayang kepada sesamanya dengan tidak memandang suatu golongan atau agama.
Wasalam
Senin, Agustus 04, 2008
Senin, Juli 28, 2008
Tubuh Anda adalah Anda?
Bismillah,
Siapakah Anda? Apakah tubuh ini mencerminkan jati diri anda?
.....
Pernahkan anda berpikir dari sisi lain tentang tubuh anda?
Pernahkan anda memainkan game simulator?
Apa hubungannya dari kedua pertanyaan diatas? Tentu Ada.
Ini Penjelasannya,
Pernahkah anda melihat diri anda dalam cermin, gantengkah (klo co) atau cantikkah (klo ce)?
Apabila tubuh anda termasuk tubuh yang sempurna, mungkin anda akan membanggakan tubuh anda itu, tetapi apabila tidak sempurna, mungkin anda akan menutupi tubuh anda itu bahkan anda tidak mau melihatnya?
Nah sekarang membahas permainan simulator, misalkan simulator pesawat, kereta atau bahkan robot. Coba anda perhatikan kalo sedang memainkan simulator tersebut anda pasti akan memilih benda yang akan anda gunakan adalah benda yang terbaik. Misalnya anda akan memainkan simulator robot, pasti anda memilih robot yang sesuai dengan tujuannya misalkan untuk berperang, Anda mencari robot yang mempunyai ketahanan tubuh (shield) yang kuat dan disertai senjata-senjata yang canggih, dan lain sebagainya.
Sedangkan anda sebagai manusia, apakah anda bisa menentukan tubuh sekekar Ade Rai? atau seganteng Tom Cruise? atau sekuat Mike Tyson?
Bisakah anda lakukan hal itu??
Mungkin hal ini permintaan untuk anda yang sudah mempunyai tubuh dengan panca indra yang sempurna tetapi bagaimana dengan yang mempunyai tubuh yang cacat seperti buta, kaki lumpuh/tidak sempurna, tuli, gagu dsb, Pasti mereka hanya akan meminta tubuh yang memiliki panca indra sempurna.
Nah... Apakah bisa? Anda sebagai manusia meminta tubuh yang seperti anda inginkan, Anda design tubuh anda (mata, warna, mulut, hidung), Anda ubah kekuatan kulitnya (lebih tebal atau tipis atau berbulu)? dan lain sebagainya.
Mungkinkan Anda melakukannya menjadi manusia dengan tubuh yang paling Anda idamkan...??
Jadi siapa sih sebenarnya Anda itu?
Apakah tubuh ini termasuk Anda?
Ataukah Anda ini termasuk pada tubuh ini?
Seperti pada permainan Simulator, Anda adalah yang bertugas menggerakkan benda yang anda pilih, sedangkan benda yang anda pilih adalah tubuh Anda.
Sedangkan didalam dunia nyata.
Anda itu adalah suatu roh/nyawa yang dapat menggerakkan tubuh Anda, yang tidak bisa dilihat tapi bisa dirasakan.
Sedangkan Tubuh Anda itu adalah sekumpulan mesin yang membantu Anda untuk mencapai tujuan yang anda inginkan. Tanpa Anda, tubuh ini tidak bisa bergerak atau alias mati.
Nah sampai sini, mungkin sekarang Anda sudah mengetahui, siapa Anda dan siapa Tubuh Anda.
Jadi apa sih tugas Anda di dunia ini?
Tugas yang harus Anda lakukan adalah :
1. Menjaga tubuh Anda dari kerusakan seperti penyakit, kecelakaan, dll
2. Mengelola tubuh Anda seperti otak dikembangkan pengetahuannya, tangan dilatih kecekatannya, kaki diperkuat kekuatannya untuk berjalan, badan dilatih agar lebih tahan dari iklim yang berubah-ubah, dan lain sebagainya
3. Menjadikan Anda sebagai khalifah di muka bumi seperti menjadi pemimpin umat manusia yang beramai-ramai segera memperbaiki kerusakan-kerusakan di bumi, kerusakan-kerusakan ahklaq manusia dan lain-lain
Jadi sungguh berdosa/zolim apabila Anda merusak tubuh Anda sendiri, tidak mengelola tubuh Anda dengan yang terbaik dan tidak mau menjadi khalifah di muka bumi.
Wasalam
Siapakah Anda? Apakah tubuh ini mencerminkan jati diri anda?
.....
Pernahkan anda berpikir dari sisi lain tentang tubuh anda?
Pernahkan anda memainkan game simulator?
Apa hubungannya dari kedua pertanyaan diatas? Tentu Ada.
Ini Penjelasannya,
Pernahkah anda melihat diri anda dalam cermin, gantengkah (klo co) atau cantikkah (klo ce)?
Apabila tubuh anda termasuk tubuh yang sempurna, mungkin anda akan membanggakan tubuh anda itu, tetapi apabila tidak sempurna, mungkin anda akan menutupi tubuh anda itu bahkan anda tidak mau melihatnya?
Nah sekarang membahas permainan simulator, misalkan simulator pesawat, kereta atau bahkan robot. Coba anda perhatikan kalo sedang memainkan simulator tersebut anda pasti akan memilih benda yang akan anda gunakan adalah benda yang terbaik. Misalnya anda akan memainkan simulator robot, pasti anda memilih robot yang sesuai dengan tujuannya misalkan untuk berperang, Anda mencari robot yang mempunyai ketahanan tubuh (shield) yang kuat dan disertai senjata-senjata yang canggih, dan lain sebagainya.
Sedangkan anda sebagai manusia, apakah anda bisa menentukan tubuh sekekar Ade Rai? atau seganteng Tom Cruise? atau sekuat Mike Tyson?
Bisakah anda lakukan hal itu??
Mungkin hal ini permintaan untuk anda yang sudah mempunyai tubuh dengan panca indra yang sempurna tetapi bagaimana dengan yang mempunyai tubuh yang cacat seperti buta, kaki lumpuh/tidak sempurna, tuli, gagu dsb, Pasti mereka hanya akan meminta tubuh yang memiliki panca indra sempurna.
Nah... Apakah bisa? Anda sebagai manusia meminta tubuh yang seperti anda inginkan, Anda design tubuh anda (mata, warna, mulut, hidung), Anda ubah kekuatan kulitnya (lebih tebal atau tipis atau berbulu)? dan lain sebagainya.
Mungkinkan Anda melakukannya menjadi manusia dengan tubuh yang paling Anda idamkan...??
Jadi siapa sih sebenarnya Anda itu?
Apakah tubuh ini termasuk Anda?
Ataukah Anda ini termasuk pada tubuh ini?
Seperti pada permainan Simulator, Anda adalah yang bertugas menggerakkan benda yang anda pilih, sedangkan benda yang anda pilih adalah tubuh Anda.
Sedangkan didalam dunia nyata.
Anda itu adalah suatu roh/nyawa yang dapat menggerakkan tubuh Anda, yang tidak bisa dilihat tapi bisa dirasakan.
Sedangkan Tubuh Anda itu adalah sekumpulan mesin yang membantu Anda untuk mencapai tujuan yang anda inginkan. Tanpa Anda, tubuh ini tidak bisa bergerak atau alias mati.
Nah sampai sini, mungkin sekarang Anda sudah mengetahui, siapa Anda dan siapa Tubuh Anda.
Jadi apa sih tugas Anda di dunia ini?
Tugas yang harus Anda lakukan adalah :
1. Menjaga tubuh Anda dari kerusakan seperti penyakit, kecelakaan, dll
2. Mengelola tubuh Anda seperti otak dikembangkan pengetahuannya, tangan dilatih kecekatannya, kaki diperkuat kekuatannya untuk berjalan, badan dilatih agar lebih tahan dari iklim yang berubah-ubah, dan lain sebagainya
3. Menjadikan Anda sebagai khalifah di muka bumi seperti menjadi pemimpin umat manusia yang beramai-ramai segera memperbaiki kerusakan-kerusakan di bumi, kerusakan-kerusakan ahklaq manusia dan lain-lain
Jadi sungguh berdosa/zolim apabila Anda merusak tubuh Anda sendiri, tidak mengelola tubuh Anda dengan yang terbaik dan tidak mau menjadi khalifah di muka bumi.
Wasalam
Selasa, April 22, 2008
Mak...nyos
Bismillah
Mak...nyos, muantab, enak tenan... dll
Mungkin kata-kata itu sering kita denger di acara-acara kuliner di televisi Indonesia, yang mewakili bahwa makanan tersebut sangat lezat.
Acara kuliner ini rata-rata ada disemua chanel televisi indonesia yang membahas makanan-makanan enak, makanan-makanan berkelas, makanan-makanan unik dan lain sebagainya
Dengan adanya acaranya itu kita bisa mencatat alamat resto/cafe/warung untuk mencobanya.
Tapi pernahkah kita berpikir. ......
Kalo yang menonton itu saudara-saudara kita yang sehari hanya bisa makan sebungkus nasi warteg yang itu pun hanya berisi nasi, tempe dan tahu. Jauh dari kelezatan yang ada di layar kaca kuliner tersebut.
Mungkin makanan-makanan yang disajikan di acara-acara kuliner tersebut hanyalah impian belaka mereka saja.
Mereka makan hanyalah untuk menambah tenaga mereka dalam mendapatkan rejeki di hari esok, mereka tidak pernah berpikir makanan ini kurang garam, makanan ini kurang merica, makanan ini kurang kecap dan lain sebagainya.
Masih beruntung untuk mereka yang belum berkeluarga, coba bayangkan kalo mereka yang sudah mempunyai keluarga dengan anak minimal satu. Apa yang bisa diterangkan ke anaknya tentang acara tersebut?
Nak makanan itu hanya untuk para pejabat-pejabat berdasi saja, Jadi doain bapak yah biar hasil penjualan koran bapak bisa meningkat, bapak bisa menjadi pejabat dan kita bisa bersama-sama menikmati makanan yang ada di televisi itu nak.
Dan tidak tertutup kemungkinan sang anak menanyakan acara tersebut kepada orang tuanya.
Pak, daging ayam itu rasanya seperti apa sih? Kapan kita bisa merasakan daging ayam itu?
Pak, minuman kok bisa berwarna warni, kok ada buahnya didalamnya? Kapan kita bisa mencobanya?
Pak, aku lapar, aku kepengen sekali makan makanan yang ada di televisi itu?
dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan sulit lainnya yang harus dijawab.
Tapi siapakah yang bertanggung jawab atas perbuatan ini ? Merekakah? Media Televisikah?
Mungkin hati nurani lah yang bisa menjawab.
Coba kita lihat hadis dibawah ini :
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda, ''Makanan untuk dua orang, cukup untuk tiga orang. Makanan tiga orang, cukup untuk empat orang." (Hadis Mutafaq 'Alaih).
Apabila kita mengikuti sabda nabi diatas dengan setulus-tulusnya, mungkin yang namanya jurang pemisah antara si miskin dan si kaya tidak pernah ada.
Dan makan yang paling enak itu adalah makan dengan saudara-saudara kita dengan berbahagia. Kita bisa saling cerita dan berbagi, ada banyak tambahan pengalaman berharga dengan cara makan seperti itu. Waktu kita tidak terbuang dengan sia-sia
Tapi pernahkan kita memakan makanan di tempat mahal bersama dengan orang-orang aneh yang hanya memikirkan diri sendiri. Apakah enak makanan itu? Apakah senang perasaan kita? Apa ada tambahan pengalaman yang berharga?
Banyak arti dan maksud dari hadist diatas.
Jadi sebaiknya acara kuliner-kuliner diatas, bisa lebih menghargai perasaan saudara-saudara kita yang masih kekurangan.
Mungkin bisa dengan cara memasukkan acara tersebut ke acara premium (Indovision/Astro) karena hanya bisa ditonton untuk user yang layak. Sehingga sensitifitas saudara-saudara kita tidak terganggu.
Akhirul salam. Assalamu'alaikum Wr Wb
Mak...nyos, muantab, enak tenan... dll
Mungkin kata-kata itu sering kita denger di acara-acara kuliner di televisi Indonesia, yang mewakili bahwa makanan tersebut sangat lezat.
Acara kuliner ini rata-rata ada disemua chanel televisi indonesia yang membahas makanan-makanan enak, makanan-makanan berkelas, makanan-makanan unik dan lain sebagainya
Dengan adanya acaranya itu kita bisa mencatat alamat resto/cafe/warung untuk mencobanya.
Tapi pernahkah kita berpikir. ......
Kalo yang menonton itu saudara-saudara kita yang sehari hanya bisa makan sebungkus nasi warteg yang itu pun hanya berisi nasi, tempe dan tahu. Jauh dari kelezatan yang ada di layar kaca kuliner tersebut.
Mungkin makanan-makanan yang disajikan di acara-acara kuliner tersebut hanyalah impian belaka mereka saja.
Mereka makan hanyalah untuk menambah tenaga mereka dalam mendapatkan rejeki di hari esok, mereka tidak pernah berpikir makanan ini kurang garam, makanan ini kurang merica, makanan ini kurang kecap dan lain sebagainya.
Masih beruntung untuk mereka yang belum berkeluarga, coba bayangkan kalo mereka yang sudah mempunyai keluarga dengan anak minimal satu. Apa yang bisa diterangkan ke anaknya tentang acara tersebut?
Nak makanan itu hanya untuk para pejabat-pejabat berdasi saja, Jadi doain bapak yah biar hasil penjualan koran bapak bisa meningkat, bapak bisa menjadi pejabat dan kita bisa bersama-sama menikmati makanan yang ada di televisi itu nak.
Dan tidak tertutup kemungkinan sang anak menanyakan acara tersebut kepada orang tuanya.
Pak, daging ayam itu rasanya seperti apa sih? Kapan kita bisa merasakan daging ayam itu?
Pak, minuman kok bisa berwarna warni, kok ada buahnya didalamnya? Kapan kita bisa mencobanya?
Pak, aku lapar, aku kepengen sekali makan makanan yang ada di televisi itu?
dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan sulit lainnya yang harus dijawab.
Tapi siapakah yang bertanggung jawab atas perbuatan ini ? Merekakah? Media Televisikah?
Mungkin hati nurani lah yang bisa menjawab.
Coba kita lihat hadis dibawah ini :
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda, ''Makanan untuk dua orang, cukup untuk tiga orang. Makanan tiga orang, cukup untuk empat orang." (Hadis Mutafaq 'Alaih).
Apabila kita mengikuti sabda nabi diatas dengan setulus-tulusnya, mungkin yang namanya jurang pemisah antara si miskin dan si kaya tidak pernah ada.
Dan makan yang paling enak itu adalah makan dengan saudara-saudara kita dengan berbahagia. Kita bisa saling cerita dan berbagi, ada banyak tambahan pengalaman berharga dengan cara makan seperti itu. Waktu kita tidak terbuang dengan sia-sia
Tapi pernahkan kita memakan makanan di tempat mahal bersama dengan orang-orang aneh yang hanya memikirkan diri sendiri. Apakah enak makanan itu? Apakah senang perasaan kita? Apa ada tambahan pengalaman yang berharga?
Banyak arti dan maksud dari hadist diatas.
Jadi sebaiknya acara kuliner-kuliner diatas, bisa lebih menghargai perasaan saudara-saudara kita yang masih kekurangan.
Mungkin bisa dengan cara memasukkan acara tersebut ke acara premium (Indovision/Astro) karena hanya bisa ditonton untuk user yang layak. Sehingga sensitifitas saudara-saudara kita tidak terganggu.
Akhirul salam. Assalamu'alaikum Wr Wb
Label:
makanan
Langganan:
Postingan (Atom)
