Kamis, September 11, 2008

Kunci berkah di bulan Romadhon

Bismillah.

Bulan Ramadhon bulan yang berkah, keberkahannya bisa dinikmati oleh semua umat manusia yang bertakwa.

Tapi bagaimana berkah itu bisa kita dapatkan? Apakah semudah membalikkan telapak tangan?

Keberkahan di bulan Romadhon tidaklah semudah membalikkan telapak tangan namun untuk mendapatkannya kita harus mempunyai ketakwaan yang lebih dibandingkan bulan yang lain, Seperti :

1. Perilaku Sholat yang biasanya dilakukan sendiri dirubah dengan Sholat wajib berjamaah di mesjid, mushola maupun di rumah dari mulai sholat Subuh, Dzuhur, Ashar, Magrib, Isya. Semua dilakukan dengan berjamaah.
2. Perilaku membaca kitab suci Alquran yang sebelumnya hanya beberapa saat dirubah menjadi Setiap saat, dilakukan sesudah maupun sebelum sholat wajib baik per ayat maupun per juz. Baik hanya membaca ayatnya saja maupun membaca, mengartikan dan memahaminya.
3. Perilaku yang biasa-biasa saja dirubah menjadi berperilaku lebih sopan, santun, menahan amarah, bijak, adil terhadap sesama maupun mahluk hidup disekitarnya
4. Perilaku beramal seperlunya dirubah menjadi sering bersodaqoh dan beramal kepada sesama maupun pada instansi sosial seperti panti jompo, panti asuhan, dll
5. Perilaku berzikir setelah sholat dirubah menjadi berzikir setiap saat, dan menjadi lebih fokus dan memahami setiap zikir yang diucapkan.
6. Perilaku bekerja yang hanya seperlunya dirubah menjadi bekerja lebih giat dan bersemangan walaupun puasa tetap dijalani.
7. Perilaku tidak pernah sholat sunnah dirubah menjadi lebih sering dan diperbanyak sholat sunahnya.
8. Perilaku membaca doa yang hanya sekedarnya dirubah menjadi lebih sering berdoa meminta pertolongan dan bantuannya kepada Allah SWT karena di bulan ini doa orang berpuasa lebih mudah dikabulkan.
9. Perilaku-perilaku positif lainnya pun lebih ditingkatkan.

Apabila kita melakukan perubahan sedikitnya 8 perilaku diatas saja, Insya Allah kita akan dimasukkan kedalam golongan orang-orang bertaqwa, yang merupakan salah satu kunci untuk mendapatkan keberkahannya di bulan Romadhon yang suci. Salah satunya malam lailatul Qadar

Wasalam.

Kamis, Agustus 14, 2008

Ajal sebagai BodyGuard

Bismillah,

Senangkah kita kalau mempunyai seorang bodyguard ?
Pastinya kita akan merasa tenang karena ada yang menjaga kita dari segala gangguan seperti penjahat atau mahluk2 usil.

Bagaimana kalau ajal sebagai bodyguard kita?

Takutkah? Tenangkah?

Kita akan merasa takut apabila iman dan akhlaq kita masih lemah. sebaliknya akan merasa tenang apabila iman dan akhlaqnya sudah mencukupi untuk diterima olehNya.

Kenapa?

Karena dengan menjadikannya Ajal sebagai bodyguard, mereka pasti akan selalu berhati-hati dalam menjalani segala perbuatan sehari-hari serta memberikan nilai positif kepada mahluk hidup yang lain.

Seperti hadis dibawah ini :
''Hai Abu Hurairah! Singkirkanlah duri dari jalan yang akan dilalui orang yang lebih mulia darimu, lebih kecil darimu, lebih baik darimu,dan bahkan orang yang lebih buruk darimu. Jika engkau berbuatdemikian, niscaya Allah membanggakan engkau kepada para malaikat-Nya.Dan barangsiapa dibanggakan Allah kepada para malaikat-Nya, niscaya ia muncul pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala yang buruk.''(Hadits Nabi Muhammad SAW).

Jadi kegiatan-kegiatan apa saja sih yang dapat memberikan nilai positif kepada mahluk hidup yang lain, sedikitnya mungkin kegiatan seperti dibawah ini :

1. Kegiatan dalam hal Berjalan,
Kita akan memikirkan pahala apa yang akan didapat setelah berjalan, kegiatan positif apa yang harus kita lakukan pada waktu berjalan, dan lain sebagainya. Dengan melakukan hal itu bisa dipastikan kegiatan berjalan yang dilakukan pasti bernilai positif contohnya :

  • ketika sedang berjalan lalu melihat sebuah sampah maka dibuanglah sampah itu ke tempat sampah, atau
  • ketika dia mau melakukan meludah maka dia mencari tempat yang cocok untuk meludah seperti di aliran air atau tempat sampah atau
  • ketika dia melihat ada orang mengalami kecelakaan maka dia akan membantu sekuat mungkin
  • ketika dia melihat sebuah batu/benda yang menghalangi jalan maka dia akan menyingkirkan agar tidak mengganggu orang yang lewat
  • atau hal-hal positif lainnya
2. Kegiatan dalam hal Bekerja,
Kita akan memikirkan pahala atau kegiatan positif apa yang didapat dalam bekerja, misalnya :

  • Menyelesaikan pekerjaan dilakukan dengan ikhlas, sehingga tidak ada paksaan atau beban yang akan dialami dalam bekerja.
  • Bersyukur apabila mendapat pekerjaan tambahan dari atasan, karena dengan hal itu berarti atasan mempercayai pekerjaan yang telah kita lakukan.
  • Membantu teman sekerja menyelesaikan pekerjaannya dengan ikhlas
  • Membersihkan tempat kerja agar terlihat rapi dan bersih karena bersih adalah sebagian dari iman
  • Menegur teman sekerja apabila melakukan sesuatu yang dilarang oleh agama, seperti melakukan mark-up, mencuri, dll
  • Memberikan nasehat kepada teman walaupun hanya satu ayat
  • Tidak pernah memikirkan hasilnya terlebih dahulu sebelum ikhtiar dilakukan, maksudnya kerjakan dahulu dengan sebaik-baiknya baru menikmati hasilnya
  • dll
3. Dalam hal Bersosialisasi,
Contohnya :

  • Tidak pernah memilih-milih orang dalam hal bersosialisasi
  • Melihat orang-orang diatas kita (maksudnya ilmunya) apabila kita ingin mencari ilmu
  • Melihat orang-orang dibawah kita (maksudnya kesejahteraannya) apabila kita ingin mencari kesejahteraannya.
  • Tidak pernah memanfaatkan ketrampilan orang hanya untuk kepentingan dirinya
  • Selalu bersosialisasi dengan baik kepada semua orang walaupun beda ras, agama, visi , dll
  • Selalu berpikir positif pada semua hal kegiatan orang lain.
  • dll
Masih banyak contoh-contoh atau kegiatan yang lain, apabila kita menjadikan ajal sebagai bodyguard.

Oleh karena itu, teruslah berbuat positif untuk mendapatkan pahala sebanyak-banyaknya, sehingga ajal yang merupakan pencerminan kita diakhirat memperoleh tempat yang terbaik yang tidak menimbulkan penyesalan di waktu mati.

Wasalam.

Kamis, Agustus 07, 2008

Penuntut Allah

Bismillah,

Pernahkah kita merasa dituntut ato ditodong oleh teman kita, ya contohnya seperti : Meminta diajak makan-makan karena mereka merasa sudah membantu. ato Mereka meminta bantuan karena merasa sudah membantunya ato contoh lainnya.

Bagaimana perasaan kita setelah dituntut seperti itu?

Apakah Senang/Sebal?

Mungkin kita akan merasa senang kalo yang menuntut kita itu adalah orang yang sering membantu dan mengerjakan sesuai yang kita minta dengan tulus ikhlas, kita pun akan mudah memberikan bantuan untuknya apapun yang ia minta.
Tapi bagaimana kalo orang tersebut jarang atau tidak pernah membantu selain itu dalam membantunya pun tidak dilakukan dengan tulus ikhlas dan yang dilakukan tidak sesuai dengan yang diminta, kitapun pasti akan berpikir dua kali untuk membantunya, kitapun pasti akan membantunya seadanya.

Nah....

Bagaimana dengan penuntut Allah, apa maksudnya penuntut Allah?
Penuntut Allah menurutku adalah orang yang menuntut meminta sesuatu kepada Allah namun kewajiban manusia sebagai ciptaanNya tidak dilakukan sesuai dengan yang diminta.
Contoh : orang yang meminta segera dikabulkan doanya namun dia tidak melakukan suatu kegiatan yang akan menjadikan doanya itu terkabul tidak hanya itu diapun tidak melakukan kewajibannya sebagai umatnya seperti sholat tidak dilakukan dengan baik dan benar, puasa tidak pernah dilakukan, bergaul dengan sesama manusianya buruk.
Bisa jadi doa yang diminta itu akan sia-sia saja, jangankan mendengarkan doa itu, menoleh saja Allah pun tidak akan mau.

Jadi bagaimana biar tidak menjadi umat yang hanya menuntut kepada Allah Yang Maha Pemurah tetapi tidak menunaikan kewajiban yang Allah minta?

Secara teori sih mudah untuk dilakukan tetapi tidak tahu prakteknya, jadi ini salah satu tips yang bisa dilakukan untuk menghindari kita sebagai seorang yang penuntut.
1. Menjalani kewajibanNya sebagai umat manusia dengan baik dan benar yaitu :
A. Manjalani Rukun Islam / Lima Perkara

1. Dua Kalimat Syahadat
2. Sholat Lima Waktu
3. Ibadah Puasa
4. Melaksanakan Zakat
5. Haji

B. Rukun Iman / Enam Perkara
1. Percaya kepada Allah SWT
2. Percaya kepada Nabi dan Rasul / Rosul Allah SWT
3. Percaya kepada Malaikat Allat SWT
4. Percaya kepada Kitab Allat SWT yaitu Al Qur'an
5. Percaya kepada Hari Kiamat / Hari Akhir
6. Percaya kepada Qada dan Qadar atau Ketentuan Allah SWT

2. Percayalah bahwa apa yang kita minta dalam Doa pasti dikabulkan oleh Allah, contohnya : Berdoa meminta pekerjaan yang lebih baik, nah.. karena Allah Maha Tahu maka dikabulkan permintaannya itu tapi bukan dalam bentuk pekerjaan tetapi diberikan tubuh yang sehat, karena dengan tubuh yang sehat maka biaya ke dokter menjadi lebih sedikit, dibandingkan mendapat pekerjaan yang lebih baik dengan gaji yang lebih tinggi tetapi mendapat penyakit yang membutuhkan biaya yang tinggi.

3. Bersyukur dengan keadaan sekarang, dan terus meningkatkan kepribadiannya menjadi lebih baik, dan terus berikhtiar untuk mencapai tujuan.

Apabila kita sudah melaksanakan tips2 diatas, maka yakinlah Allah pasti akan melihat dan memperhatikan semua gerak-gerik dan tindakan kita. Dan Allah tidak akan merasa dituntut karena doa-doa yang kita minta, bahkan Allah akan selalu memberikan sesuatu yang terbaik agar kita tetap menjadi kekasihNya.

Wasalam